Due to many business I should do, so I have time to write the post now. However, akhirnya hari untuk wawancara dengan PRO (Public Relations Officer) Hotel Sahid tiba juga, tepatnya hari Jum’at tanggal 7 Mei. Di sisi lain, surat pengantar untuk mewawancarai PRO masih belum selesai juga karena orang yang seharusnya menandatangani surat pengantar itu masih sakit. Akhirnya saya dan kelompok saya menelepon Mbak Saras, PRO Hotel Sahid Surabaya, tentang perihal surat pengantar yang tidak bisa kami berikan dan tidak lupa kami memberi alasan mengapa bisa sampai begitu. ALHAMDULILLAH, mbak nya mau memahami dan membolehkan kami melakukan wawancara meski tanpa surat pengantar, namun dengan syarat harus menunjukkan KTM.
Langsung saja kami tancap gas ke Hotel Sahid. Sampai disana kami kami parkir, trus masuk, dan di resepsionis kami memberitahukan alasan kami datang ke Hotel Sahid. Lalu kami disuruh menunggu dulu delama beberapa menit. Cukup lama sih, lalu Mbak Saras datang dan kami diajak ke ruang makan Hotel Sahid. Setelah duduk, mbaknya minta ditunjukkan KTM……kebetulan dia cuma minta ke salah satu anak saja yaitu si Ngocis. Setelah beberapa detik membaca KTM si Ngocis, lalu mbak Saras bilang;
Mbak Saras: “Mmm…kemarin itu juga ada anak UNAIR yang kesini minta wawancara sama saya”
Semua anggota kelompok: (wajah terkejut)
Saya: “Anak Sastra Inggris juga ta, Mbak?”
Mbak Saras: “He’em…mereka kemarin langsung bawa surat pengantar, ya aku kira itu kalian, jadi ya aku terima.”
Ngocis: “Loh?! Mereka sebelumnya mbikin janji sama mbaknya juga ta?”
Mbak Saras: “Nah aku kira mereka itu kalian, jadi ya saya terima dik. Apalagi mereka kan langsung bawa surat pengantar, jadi kan gimana juga kalo gak saya terima. Cewek semua kok kemarin.”
Ngocis: “Namanya siapa, Mbak?”
Mbak Saras: “Waduh, saya gak ingat itu dik. Pokoknya cewek semua. Rambutnya lurus kok”
Saya: “Kayak cina apa gak, Mbak?”
Mbak Saras: “Iya.”
Beberapa anggota kelompok: “Waduh berarti beneran mbak. Mereka emang sekelas sama kita.”
Mbak Saras: “Emang gak boleh ya kalo sekelas sama?”
Saya: “Mmm…gak boleh mbak sama dosennya.”
Mbak Saras: “Mmm…gini aja, gimana kalo kalian wawancara sama temen aku aja. Dia juga PR (Public Relations), namanya Mbak Adhit. Nanti bilang aja kalo tau dari aku.”
Akhirnya kita langsung menghubungi Mbak Adhit saat itu juga. Dibantu ama Mbak Saras juga buat minta bantuan orang’e. Ms.Adhit is PRO of Hotel Bisanta Bidakara Surabaya. By the time, we made the appoinment with her to hold the interview in the following day. Akhirnya sama Mbak Saras kita ditawari untuk interview ama dia dengan alasan kalo wawancara ama dua orang biasanya kan dapat nilai lebih. Dengan iming-iming itu, selain itu juga agar kita tidak pulang dengan tangan hampa, maka kita mewawancarai Mbak Saras juga meskipun dia sudah diwawancarai oleh kelompok lain.

Recent Comments
28th Jan 12
28th Jan 12
28th Jan 12
21st Jan 12
20th Jan 12