Hari ini benar-benar menjengkelkan setelah kemarin secara birokrasi dipersulit pada saat hendak melakukan wawancara dengan pihak PMK Pasar Turi, eh kok ya hari ini malah jadi worse.
KASUS 1
Tadi saya mengantar teman saya yang mau melakukan wawancara dengan bagian Public Relations di salah satu hotel yang cukup terkenal di wilayah Surabaya Barat. Bangunannya berwarna kuning agak krem. Kelompok teman saya memilih hotel ini karena ada salah satu anggota dari kelompok ini memilki saudara yang bekerja di hotel berwarna krem ini. Dalam kontak sebelum hari ini, teman saya sudah mengetahui bahwa di hotel krem ini memang tidak ada yang namanya Public Relations, namun yang ada adalah Marketing Communication, namun memiliki pekerjaan yang bisa dibilang sama dengan Public Relations.
Karena kelompok lain yang juga mendapat tugas yang sama (mewawancarai PR) sudah wawancara dengan salah satu perusahaan operator seluler, dengan catatan bahwa bagian PR di perusahaan tersebut juga tidak bernama Public Relations, melainkan Corporate Communication, maka teman saya yang hendak wawancara dengan PR dari hotel krem ini pun menyepakati bahwa akan mengadakan wawancara dengan bagian Marketing Communication.
Setelah melakukan kesepakatan, pihak Markting Communication (MC) hotel menyuruh teman saya agar mengadakan janji dulu dengan melapor ke bagian HRD hotel tersebut. Pihak MC sudah menyanggupi kapanpun, tapi dengan syarat membuat janji dulu di bagian HRD.
Akhirnya, hari inilah saya mengantar teman saya ke hotel krem itu dengan tujuan untuk membuat janji ke bagian HRD hotel. Karena mereka tidak tahu tempatnya, maka saya mengantar mereka karena rumah saya juga di daerah Surabaya Barat. Setelah ke satpam untuk melapor kunjungan kami, kami langsung ke kantor HRD. Disana teman-teman saya yang memiliki urusanlah yang masuk. Beberapa menit berlalu, mereka kembali ke hadapan saya dengan wajah yang tidak sesumringah sebelum mereka masuk.
Mereka memberitahu saya tentang apa saja kata-kata yang diucapkan oleh si IBU HRD. Pada awal masuk mereka menjelaskan maksud kunjungan mereka untuk mengadakan janji wawancara dengan BU MC, karena BU MC sudah menyanggupi namun mensyaratkan mereka untuk membuat janji dulu di bagian HRD sebagai formalitas. Lalu si IBU HRD mengatakan “DISINI ITU TIDAK ADA PR, KALAUPUN ADA YANG NAMANYA MARKETING COMMUNICATION, itupun ada satu yaitu di SINGAPURA!!!”. Teman saya menceritakan bahwa si IBU HRD itu tidak ramah sama sekali. Lalu IBU HRD kembali berucap “KALO BU MC SUDAH MENYANGGUPI, LALU KENAPA KOK HARUS MEMBUAT JANJI DI HRD?”. Selain kata-kata itu, teman saya pun bercerita pada saat disana (di ruang HRD), mereka kan lupa membawa pulpen, nah si ibu akhirnya meminjami (itupun tanpa kata-kata, langsung menyodorkan). Nah pada saat baru sejenak setelah selesai menggunakan pulpen, IBU HRD berkata “Bisa saya ambil lagi pulpen saya?” lagi-lagi dengan wajah KAKU, padahal teman saya sudah mencoba tersenyum dan berucap terima kasih untuk setidaknya mencairkan suasana, eh ternyata gak mempan.
Saya tidak tahu mengapa semua orang yang sudah merasa dibutuhkan, bahkan sebuah hotel ataupun perusahaan ADA yang seperti ini. Saya mengatakan ADA karena memang tidak semuanya seperti ini (tidak bermaksud men-generalisasi).

Recent Comments
28th Jan 12
28th Jan 12
28th Jan 12
21st Jan 12
20th Jan 12