ALHAMDULILLAH,,,hari-hari yang cukup rumit sudah terlewati. Mulai dari materi arkeologi dan genealogi yang mana pada saat presentasi masih belum sepenuhnya saya pahami, rencana penelitian buat PPK yang gagal, surat pengantar PR yang berbelit-belit, wawancara PR, bikin paper PR, nonton film Kartini, membaca lagi cerita
“pengalaman perubahan” buat speaking. Fiuhh…tapi ALHAMDULILLAH saya sudah melewatinya sekalipun kegagalan menyertai, namun saya tenang karena ada jalan lain yang sudah terbuka.
By the way, kemarin, 12 Mei I got treat from my friend in order to celebrate and pay my teaching at once. Bingung mau nraktir saya apa, akhirnya ujung-ujungnya balik ke our party food. Saya ditraktir Pizza. Sambil makan Pizza, kita diskusi tentang tugas-tugas kuliahnya yang dia minta ajari. Yang menggembirakan adalah ketika teman saya melaporkan kepada saya tentang hasil dari “kursus” dengan saya ini. Dia bilang….
“NoE, tugas sing wingi loh aku entuk apik. Padahal biasane entuk 65, wingi pas mbok ajari aku entuk 80. Trus jare dosene, “Ya ini bagus! Ada peningkatan.”.Hohohoo, yo iyo Pak, lah wong iki ae aku diajari. Lek gak diajari, aku yo be’e entuk suwidak maneh.”
Hahaha, unless I got a report that my course is useful for her. Setelah kita makan dan ngerjain tugas, kita sholat Maghrib dan ke Gramedia. Eh pas di perjalanan mau ke tempat parkir sepeda motor, saya ketemu Aceng. By the way, before we were in TP, we had gone to Erha clinic first for a business. The place was very cozy. ALHAMDULILLAH setelah besusah-susah akhirnya ada juga waktu untuk beristirahat sejenak

What’s it take to become a sublime expounder of prose like yourself?