Terima kasih teman,
untuk kesan yang tersurat dari tiap pertemuan, the sweet impressions
Terima kasih,
untuk tiap kata yang hadir, yang sanggup membesarkanku kembali sehingga aku terpacu
Terima kasih,
untuk pelurusan dari pembelokan yang kubuat, agar aku sadar kembali akan tujuan dari perjalanan ini
Terima kasih,
untuk mengingatkanku terhadap suatu obyektivitas, ketika aku mulai terlena akan aku
Terima kasih,
untuk tiap definisi dari tiap realita, sehingga aku mampu memahami realita itu secara menyeluruh
Terima kasih,
untuk tiap penjaminan tentang kemampuanku, sehingga aku tersadar atas potensi yang telah Tuhan berikan padaku
Terima kasih,
untuk setiap kisah istimewa yang kaubagikan, sehingga aku belajar mendengarkan dan mampu mengambil hikmah darinya
Terima kasih juga,
atas setiap perih yang pernah terpaku dalam kenangan
Terima kasih,
untuk kata-kata obyektif tanpa etis yang pernah terucap untukku, agar aku sadar akan tiap kekuranganku sekaligus sebagai alasan bagiku untuk membangun dinding yang kuat terhadapmu
Terima kasih,
untuk rahasia yang tidak terjaga, yang terucap, dan terpublikasi, sehingga mampu membuka mataku bahwa kaupun juga manusia, bukan brankas yang mampu menjaga dengan sempurna isi di dalamnya
Terima kasih,
atas kehadiran yang tidak ditepati yang pernah membuatku terpaku terlalu lama, agar aku tidak perlu menunggumu lagi suatu saat nanti
Terima kasih,
atas permintaanmu yang kaulupakan–yang karenanya membuatmu mengira aku menganggapmu sebagai tempat pembuangan, sehingga karena ini aku mengerti akan kesalahpahaman konyol yang membuatku enggan lagi dengamu
Terima kasih,
atas pernyataan kekesalan terhadapku karena aku tidak seperti yang kau harap, sehingga aku yakin memang sudah saatnya memilih dan menikmati pengalaman dengan kawan yang baru
Terima kasih Tuhan,
terhadap semua peristiwa yang aku alami bersama teman-temanku, aku berucap syukur
Terima kasih telah menciptakan mereka lengkap dengan setiap karakter yang berbeda sehingga aku dapat benar-benar merasakan flavour of life

mas adit toh ni???