Finally, I have printed and also have bound my final project for Writing 1 (subject’s name in my department). Yeah, my group which consists of Dhita, Rika, and me used Cinderella as our topic. Moreover, the title of our book is Cinderella: The Real Life, and also with quote “some fairytales need to be revised”. We did use Cinderella as Dhita as the writer for description used Cinderella to be described, in other words, the descriptive writer decided what our topic would be.
Actually before I wrote the book, I had never known the main point of film “A Cinderella Story” cast by Hilary Duff. I just watched it a couple hours ago. It seems to be better than what I wrote :’( . Somehow, I created the plot in order to break some sexist issues of the fairytale version (finally, we applied the idea we got from Femi class). continue reading…..
Last Wednesday, June 23rd, I went to Gramedia TP. Yes, as my weekly activity that is teaching in TP. However, I found some comics which are I think quite attractive for me. I turned back the cover, and saw the back cover which showed a picture of senior high school student wearing jilbab (in cartoon). And I read again the name of the author or for comic so-called comicus, Chairunnisa, I don’t know whether this spellins is correct or not but the same pronounciation
. The comic is entitled Chrysantemum.
Besides above, I found another comic too. This one is entitled BOCAH which prefered to be humour. Anyway, BOCAH is said that it won a kind of comic competition. However, the publisher of both comic are same, though I thought it was not published by Gramedia. There was a pride emerged when I watched these two comics as Indonesian comicus still unable to be the host of own country. I hoped this would be the first step to achieve such. However, GO, Indonesian Comicus!!!!
2 hari yang lalu, tepatnya Jum’at, 4 Juni ada kelas pengganti Speaking 2. Tidak terduga, ternyata pelajaran pada hari itu unik sekali. Dari total seluruh mahasiswa yang kira-kira berjumlah 20an anak, dibagi menjadi 4 grup. Pada sesi pertama, tiap grup diwajibkan “menelurkan” satu anggota sebagai perwakilan untuk menjadiThe Fame (dalam sesi pertama jadi penyanyi). Nanti, sisa mahasiswa di kelas akan menjadi jurnalis. Jadi situasi kelas akan dibuat seakan-akan The Fame menggelar konferensi pers dan para jurnalis akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan gitu.
Saya ditunjuk kelompok saya untuk mewakili jadi penyanyi (The Fame sesi 1). Dalam sesi 1, ada 4 orang mahasiswa yakni Mbak Isti, Echa (Citra), Anita, dan saya. Kita akhirnya membuat skenario untuk konferensi pers yang hendak kami helat (halah,,,bahasane!!). Jadi, kami adalah semacam grup vokal ataupun bisa dibilang band. Karena sebuah grup harus punya nama, maka saya mengusulkan nama band nya ACAI saja. ACAI merupakan singkatan dari inisial tiap mahasiswa, yaitu A for Adit, C for Citra, A for Anita, and I for Isti. Ya ALLAH, padahal saya mengusulkan nama itu cuma guyon loh. Eh,, sama para personilnya ditanggapi serius, dan alhasil terbentuklah ACAI band di kelas Speaking saat itu. Anyway, akhirnya tiba saatnya untuk continue reading…..
Hari ini saya mendapat kuliah dari seorang mahasiswa Polandia yang mana merupakan seorang mahasiswa pertukaran. Hari ini entah mengapa dia diberi kesempatan oleh dosen saya untuk mempresentasikan tentang pergerakan budaya di negaranya. Mungkin saja karena dia beda sendiri diantara kita sekelas, maksud saya dia beda itu karena dia “bule” sendiri di kelas mata kuliah ini sehingga tentu saja cukup menarik untuk mengetahui kebudayaan dari negerinya. Beberapa diantaranya adalah
1. Perbedaan antara Seni dengan Porno
Berdasar informasi dari mahasiswa asing ini, dia berkata bahwa seni adalah seni. Seni mampu diartikan berbeda-beda oleh orang yang berbeda pula. Sedangkan porno itu seperti apabila kita melihat adegan sex yang tidak alami. Maksudnya adalah adegan tersebut tidak terasa “cinta” nya dan cenderung terkesan memaksa. Sehingga apabila ada adegan sex yang kesan “cinta”nya bisa dirasakan penonton dan juga dilakukan dengan begitu lembut, maka itu dikatakan sebagai seni bukan porno, begitulah kata mahasiswa Polandia. continue reading…..
Recent Comments
30th Aug 10
11th Aug 10
7th Aug 10
5th Aug 10
4th Aug 10