Hari ini saya mendapat kuliah dari seorang mahasiswa Polandia yang mana merupakan seorang mahasiswa pertukaran. Hari ini entah mengapa dia diberi kesempatan oleh dosen saya untuk mempresentasikan tentang pergerakan budaya di negaranya. Mungkin saja karena dia beda sendiri diantara kita sekelas, maksud saya dia beda itu karena dia “bule” sendiri di kelas mata kuliah ini sehingga tentu saja cukup menarik untuk mengetahui kebudayaan dari negerinya. Beberapa diantaranya adalah
1. Perbedaan antara Seni dengan Porno
Berdasar informasi dari mahasiswa asing ini, dia berkata bahwa seni adalah seni. Seni mampu diartikan berbeda-beda oleh orang yang berbeda pula. Sedangkan porno itu seperti apabila kita melihat adegan sex yang tidak alami. Maksudnya adalah adegan tersebut tidak terasa “cinta” nya dan cenderung terkesan memaksa. Sehingga apabila ada adegan sex yang kesan “cinta”nya bisa dirasakan penonton dan juga dilakukan dengan begitu lembut, maka itu dikatakan sebagai seni bukan porno, begitulah kata mahasiswa Polandia.
2. Keinginan tentang warna kulit
Seperti yang kita ketahui, di Indonesia sangat banyak beredar produk-produk kecantikan dengan label “memutihkan” ataupun “mencerahkan”. Hal ini dikarenakan permintaan pasar atau dengan kata lain, keinginan orang Indonesia untuk memiliki kulit yang putih. Bahkan kita tahu apabila produk tersebut tidak menyertakan kata “memutihkan” atau mencerahkan”, maka kemungkinan produk itu untuk bisa laku di pasaran sangatlah kecil.
Berbeda dari Indonesia, orang Polandia malah menginginkan untuk menghitamkan kulitnya.
Dari dua realita ini, bisa kita simpulkan bahwa seringnya manusia mengingkan sesuatu yang tidak mereka miliki, and they always do.
3. Tabu dalam membahas sex
Di Indonesia, memperbincangkan sex cukup tabu (kecuali untuk hal yang bersifat pendidikan) atau bahkan menunjukkan dan melihat gambar-gambar yang berbau sex. Namun di Polandia, sex dianggap biasa karena sex merupakan bagian dari kehidupan kita.
4. Orang Eropa memilih bangku depan
Di Eropa, para mahasiswa yang baru datang lebih memilih bangku di depan yang masih kosong. Memilih bangku yang belakang, padahal bangku depan masih kosong, menunjukkan ketidakantusiasme mahasiswa tersebut dalam kelas. Apabila tidak antusias dalam kelas itu, mereka lebih baik tidak ikut kelas tersebut. Berbeda dengan kebanyakan mahasiswa Indonesia yang memilih kursi paling belakang sendiri kalau baru datang dan membiarkan bangku-bangku yang ada di depan tidak terisi.
Hmmm…hanya itu saja yang dapat saya tangkap dari kebudayaan orang Polandia yang dijabarkan tadi. Bagaimanapun, saya hal ini sangat berkesan untuk saya dan saya bersyukur belajar disini. ALHAMDULILLAH

CeilEe,,,
crta pgalam kul dajari yayank bulex
suit,,suit
pzti deg2an trz slama kuliah y, Dit^^
Halah deb,,deborah
Lah wong kmu loh yg pas itu METENTENG bgt ngliatin tuh bule
Hahahahaha,,,,gak usah malu-malu, kalian sudah jodoh kq
Dari warna biru yg sama, klian sdh trikat bnang biru kq deb
Hahahaha
Salam kenal.. Nggak sengaja mampir ke blog ini ketika sedang blogwalking.
Kalau untuk masalah porno dan sex, memang Eropa lebih liberal. Mereka memisahkan pengertian “love” and “lust” dan penjualan blue film juga legal di adult shop. Namun paling tidak di Polandia, negara yang masih sangat kuat penghayatan agama Katolik-nya, perkawinan masih dianggap sakral dan merupakan family matter (keluarga masih cukup terlibat dalam persiapan pernikahan).
Untuk kecantikan dan warna kulit, memang orang-orang Eropa termasuk Polandia, menyukai warna kulit sun-tanned (sawo matang karena terkena sinar matahari, biasanya dengan berjemur di pantai). Ini ada hubungannya dengan cuaca di negara mereka yang 4 musim, dimana jarang sekali terkena sinar matahari kalau bukan musim panas. Consequently hanya orang-2 kaya saja yang bisa sering-sering ke luar negeri (ke negara hangat) untuk berjemur and hence mempunyai kulit sawo matang yang lebih “tahan lama”.
Theme blog ini cantik sekali. Beautiful graffiti.
Salam, Elivie.
http://polandesia.wordpress.com
Waahh,,, kebetulan sekali ya. Thank you for the compliment
, Oh ya, blog kamu sudah saya buka, Poland banget yah.Hehehe. Tapi sipp deh, infonya lumayan lengkap.Lanjutkan ya bos!!!
slm kenal elivie..
Sepertnya km tau bgt ya ttg Polandia..Boleh kah nanya tentang resiliensi mahasoswa polandia disana seperti apa?
Resiliensi = kemampuan adaptasi mahasiswa polandia semester awal
Thx ya..
slm kenal jg buat adit..
mungkin km jg bs membantu saya jika ada info ttg resilensi mahasiswa polandia.Krn saya adlh seorang mahasiswa fakultas psikologi yg sedang mengambil mata kuliah psikologi lintas budaya. Dan kebetulan ditugaskan untuk melakukan penelitian tentang resiliensi antara mahasiswa Polandia dan mahasiswa Indonesia pada semester awal.
Terima kasih sebelumnya ata bantuannya..
@feli: Salam kenal juga.
Memang sepertinya elivie itu warga Indo yang pernah atau sedang di Polandia, jadi dia tau banyak tentang Polandia. Munglin sampeyan bisa mbuka aja di blognya yang ada di atas itu alamatnya http://polandesia.wordpress.com