Aug
11

the last airbenderSambil liburan, saya mengisi sedikit waktu luang sambil nonton DVD the Last Airbender yang dipinjamkan oleh teman saya. Karena saya memang suka dengan serial kartun Nickelodeon ini, maka saya menjajal nonton versi movienya.

Memang sejak pertama saya sudah cukup kecewa karena pemeran dari karakter dalam movie ini. Pertama,  pangeran Zuko yang malah diperankan Dev Patel. Padahal setahu saya, pangeran Zuko yang di versi film kartun itu wajahnya itu wajah keturunan Cina, bukan India.

Eh lah kok setelah saya menonton filmnya, saya malah dibuat lebih kecewa. Beberapa poin itu antara lain:

  • Plot cerita yang terlalu cepat, karena “Book Water” yang dalam versi kartun terdiri dari 20 seri, dimampatkan menjadi 1 film saja. Tentu saja beberapa cerita pun berubah, mulai dari pertemuan dengan Avatar Roku yang tidak ada dan juga perjalanan mengembara untuk belajar pengendalian air.
  • Pemeran dari beberapa tokoh yang tidak sesuai dengan versi kartun secara fisiknya.
    Katara yang seharusnya berkulit agak gelap di versi kartun, di film ini diperankan oleh gadis berkulit putih.
    Soka yang seharusnya berkulit agak gelap dan juga humoris, malah diperankan oleh Jasper-nya Twilight yang notabene berkulit putih dan berwajah tegang. Bahkan di dalam film ini, kita tidak akan bisa melihat humor konyol Soka.
    Paman Iroh (versi Indonesia dibaca Airo) yang dalam versi kartun begitu gemuk dan berperut buncit malah diperankan oleh orang tua yang agak kurus.
    Dan masih banyaaakkk lagi…..tapi untuk pemeran Aang saya rasa sudah pas lah.
  • Adegan roh air yang menyelamatkan suku air utara tidak ada.
    Merujuk pada versi serial kartunnya, pada episode “The Siege to the North part 2″, seharusnya setelah adegan bulan jadi merah dan ikan lele (roh air yin-yang) sudah dihidupkan kembali dengan mengorbankan putri Yue, seharusnya Aang marah dan berada dalam tubuh roh air yang berbentuk ikan lele raksasa.

    Namun dalam film ini, tidak ada adegan seperti dalam serial kartunnya. Semua dilakukan oleh Aang sendiri yang sedang dalam Avatar State.

  • Laksamana Zhao dikalahkan oleh pengendali air dari suku air utara.
    Padahal dalam versi kartun, Laksamana Zhao dikalahkan oleh roh air yang menenggelamkannya.

Huuuuuuuuuu….saya benar-benar cukup kecewa sama Book Water versi film ini. :( :( :(
Saya hanya berharap semoga “Book 2: Earth” tidak mengalami kejadian yang sama, meskipun nantinya para pemerannya pasti masih akan mengecewakan karena tidak mungkin ganti pemain. Huffhh

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>